Cari Blog Ini

Minggu, 12 Oktober 2014

Pekan Madaris Rifaiyah Ke-10 Kedu Banyumas Di Dusun Salakan, Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran yang telah berlangsung selama dua hari terakhir, Selasa (7/10) resmi ditutup. Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Drs Makmun Asmara MSi, dalam sambutan penutupannya menyambut positif perhelatan pekan madaris yang melibatkan tak kurang dari 700 pelajar setingkat Sekolah Dasar dari wilayah eks Karesidenan Kedu tersebut. Di depan jajaran pengurus Rifaiyah, mulai dari tingkat pusat, Propinsi, sampai pengurus daerah yang hadir, Makmun menyebut bahwa kiprah Rifaiyah dalam kehidupan masyarakat telah terbukti positif. Di bidang pendidikan, kesehatan maupun pemberdayaan perempuan, organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Rifai tersebut diakui telah banyak memberi kontribusi signifikan dan membantu Pemerintah dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan toleransi beragama di masyarakat. Karena itulah, melalui momentum pekan madaris ke 10, Makmun berharap agar generasi muda Rifaiyah senantiasa mengingat jasa dan perjuangan KH Ahmad Rifai, agar ke depannya mampu berkiprah dan berkontribusi lebih banyak dalam percaturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Terkait digelarnya pekan Madaris, Ketua Forum Pendidikan Rifaiyah (FPR), yang juga bertindak selaku ketua panitia kegiatan, menjelaskan bahwa pihaknya menghelat beragam lomba bernuansa Islami. Sesuai dengan tema, yaitu Menggali Potensi Melalui Nilai-Nilai Qur’ani, para peserta dari 25 lembaga daerah se-Kedu dan Banyumas, turut serta dalam kompetisi seperti hafalan doa harian untuk anak usia 6 tahun ke bawah dan hafalan juz amma’ kategori siswa madrasah diniyah (Madin). Dihelatnya acara tersebut di Salakan, menurut Kepala Desa Marongsari, Suko Nuryanto memberi dampak positif bagi warga masyarakat setempat. Selain semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan warga, pihak panitia juga melibatkan mereka dalam penyediaan penginapan. Tak kurang dari 29 rumah warga digunakan sebagai tempat menginap untuk para peserta maupun ofisial, sehingga membawa nuansa keakrabab dan keharmonisan antar warga Rifaiyah. Dalam acara penutupan yang dihadiri pula oleh Camat dan unsur Muspika Kecamatan Sapuran tersebut, perwakilan pengurus pusat Rifaiyah, Prof Dr KH Muhlisin MAg memberikan tausiyah dan pencerahan kepada para generasi penerus. Kepada para muda Rifaiyah, KH Muhlisin berpesan untuk memperjuangkan terwujudnya Perguruan Tinggi Rifaiyah, sebagai media peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pusat pengakajian ilmu. Pekan Madaris Rifaiyah Ke-10 Kedu Banyumas Di Dusun Salakan, Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran yang telah berlangsung selama dua hari terakhir, Selasa (7/10) resmi ditutup. Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Drs Makmun Asmara MSi, dalam sambutan penutupannya menyambut positif perhelatan pekan madaris yang melibatkan tak kurang dari 700 pelajar setingkat Sekolah Dasar dari wilayah eks Karesidenan Kedu tersebut. Di depan jajaran pengurus Rifaiyah, mulai dari tingkat pusat, Propinsi, sampai pengurus daerah yang hadir, Makmun menyebut bahwa kiprah Rifaiyah dalam kehidupan masyarakat telah terbukti positif. Di bidang pendidikan, kesehatan maupun pemberdayaan perempuan, organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Rifai tersebut diakui telah banyak memberi kontribusi signifikan dan membantu Pemerintah dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan toleransi beragama di masyarakat. Karena itulah, melalui momentum pekan madaris ke 10, Makmun berharap agar generasi muda Rifaiyah senantiasa mengingat jasa dan perjuangan KH Ahmad Rifai, agar ke depannya mampu berkiprah dan berkontribusi lebih banyak dalam percaturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Terkait digelarnya pekan Madaris, Ketua Forum Pendidikan Rifaiyah (FPR), yang juga bertindak selaku ketua panitia kegiatan, menjelaskan bahwa pihaknya menghelat beragam lomba bernuansa Islami. Sesuai dengan tema, yaitu Menggali Potensi Melalui Nilai-Nilai Qur’ani, para peserta dari 25 lembaga daerah se-Kedu dan Banyumas, turut serta dalam kompetisi seperti hafalan doa harian untuk anak usia 6 tahun ke bawah dan hafalan juz amma’ kategori siswa madrasah diniyah (Madin). Dihelatnya acara tersebut di Salakan, menurut Kepala Desa Marongsari, Suko Nuryanto memberi dampak positif bagi warga masyarakat setempat. Selain semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan warga, pihak panitia juga melibatkan mereka dalam penyediaan penginapan. Tak kurang dari 29 rumah warga digunakan sebagai tempat menginap untuk para peserta maupun ofisial, sehingga membawa nuansa keakrabab dan keharmonisan antar warga Rifaiyah. Dalam acara penutupan yang dihadiri pula oleh Camat dan unsur Muspika Kecamatan Sapuran tersebut, perwakilan pengurus pusat Rifaiyah, Prof Dr KH Muhlisin MAg memberikan tausiyah dan pencerahan kepada para generasi penerus. Kepada para muda Rifaiyah, KH Muhlisin berpesan untuk memperjuangkan terwujudnya Perguruan Tinggi Rifaiyah, sebagai media peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pusat pengakajian ilmu.

calon gnerasi rifa"iyah di wonosobo

Pekan Madaris Rifaiyah Ke-10 Kedu Banyumas Di Dusun Salakan, Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran yang telah berlangsung selama dua hari terakhir, Selasa (7/10) resmi ditutup. Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Drs Makmun Asmara MSi, dalam sambutan penutupannya menyambut positif perhelatan pekan madaris yang melibatkan tak kurang dari 700 pelajar setingkat Sekolah Dasar dari wilayah eks Karesidenan Kedu tersebut. Di depan jajaran pengurus Rifaiyah, mulai dari tingkat pusat, Propinsi, sampai pengurus daerah yang hadir, Makmun menyebut bahwa kiprah Rifaiyah dalam kehidupan masyarakat telah terbukti positif. Di bidang pendidikan, kesehatan maupun pemberdayaan perempuan, organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Rifai tersebut diakui telah banyak memberi kontribusi signifikan dan membantu Pemerintah dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan toleransi beragama di masyarakat. Karena itulah, melalui momentum pekan madaris ke 10, Makmun berharap agar generasi muda Rifaiyah senantiasa mengingat jasa dan perjuangan KH Ahmad Rifai, agar ke depannya mampu berkiprah dan berkontribusi lebih banyak dalam percaturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Terkait digelarnya pekan Madaris, Ketua Forum Pendidikan Rifaiyah (FPR), yang juga bertindak selaku ketua panitia kegiatan, menjelaskan bahwa pihaknya menghelat beragam lomba bernuansa Islami. Sesuai dengan tema, yaitu Menggali Potensi Melalui Nilai-Nilai Qur’ani, para peserta dari 25 lembaga daerah se-Kedu dan Banyumas, turut serta dalam kompetisi seperti hafalan doa harian untuk anak usia 6 tahun ke bawah dan hafalan juz amma’ kategori siswa madrasah diniyah (Madin). Dihelatnya acara tersebut di Salakan, menurut Kepala Desa Marongsari, Suko Nuryanto memberi dampak positif bagi warga masyarakat setempat. Selain semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan warga, pihak panitia juga melibatkan mereka dalam penyediaan penginapan. Tak kurang dari 29 rumah warga digunakan sebagai tempat menginap untuk para peserta maupun ofisial, sehingga membawa nuansa keakrabab dan keharmonisan antar warga Rifaiyah. Dalam acara penutupan yang dihadiri pula oleh Camat dan unsur Muspika Kecamatan Sapuran tersebut, perwakilan pengurus pusat Rifaiyah, Prof Dr KH Muhlisin MAg memberikan tausiyah dan pencerahan kepada para generasi penerus. Kepada para muda Rifaiyah, KH Muhlisin berpesan untuk memperjuangkan terwujudnya Perguruan Tinggi Rifaiyah, sebagai media peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pusat pengakajian ilmu. '

Senin, 25 Agustus 2014

Manusia diciptakan Allah dengan keunikan yang luar biasa. Menurut hasil penelitian ilmu kedokteran, jika seorang dewasa dengan bobot tubuh rata-rata, maka selama 24 jam ia memiliki kesibukan : 1. Jantung berdenyut 103.689 kali 2. darah menempuh perjalanan sejauh 168.000.000 mil / lebih dari 255.000.000 km 3. Bernapas sebanyak 23.040 kali 4. Menghirup udara sebanyak 483 meter kubik 5. Menelan sebanyak 1,5 Kg makanan 6. Meminum 3,5 liter cairan 7. Berkata-kata sebanyak 25.000 kata (termasuk kata-kata yang tidak perlu di ucapkan) 8. Menggerakkan 750 otot (belum termasuk pekerja berat) 9. Kuku bertambah 0,00012 cm 10. Rambut memanjang 0,94353 cm 11. Sel otak sebanyak 7.000.000 terus bekerja

ccc



Label: blogger