Cari Blog Ini

Rabu, 26 Juni 2013

kitap2 yg di karang syeh rifai

Kitab - kitab yang disusun di pulau Jawa[sunting] ada 62: Risalah berisi fatwa - fatwa agama ( 1254 H ) ; Nasihatul 'Awam , berisi Nasihat kepada masyarakat / awam ( 1254 H ) ; Syarihul Iman, berisi Bab Iman , Islam , Ihsan dan barang ta'alu' ( 1255 H ) ; Taisir , berisi Ilmu Salat Jumat ( 1255 H ) ; 'Inayah , berisi Bab Khalifah Rosullulloh ( 1256 H ) ; Bayan , berisi Ilmu meteodologi mendidik dan mengajar ( 1256 H ) ; Jam'ul Masail , berisi Bab 3 Ilmu Agama ( 1256 H ) ; Qowa'id , berisi Bab Ilmu Agama ( 1257 H ) ; Targhib , berisi Bab Makrifatulloh ( 1257 H ) ; Thoriqot Besar , berisi Bab Hidayatulloh ( 1257 H ) ; Thoriqot Kecil , berisi Bab Thariqotulloh ( 1257 H ) ; Athlab , berisi Bab mencari Ilmu Pengetahuan ( 1259 H ) ; Husnul Mitholab , berisi 3 Ilmu Agama ( 1259 H ); Thulaab , berisi Bab Kiblat Salat ( 1259 H ) ; Absyar , berisi Bab Kiblat Salat ( 1259 H ) ; Tafriqoh , berisi Bab Kewajiban Mukalaf ( 1260 H ) ; Asnal Miqosod , Bab 3 Ilmu Agama ( 1261 H ) ; Tafsilah , berisi Bab Kemntapan Iman ( 1261 H ) ; Imdaad , berisi Masalah Dosa Takabur ( 1261 H ) ; Irsyaad , berisi Bab Ilmu Manfaat ( 1261 H ) ; Irfaq , berisi Bab Iman , Islam , dan Ihsan ( 1261 H ) ; Nadzam Arja Safa'at , berisi Hikayat Isro' Mi'roj Nabi Sol'Am ( 1261 H ) ; Jam 'ul Masail , berisi Bab Fiqih dan Tasawuf ( 1261 H ); Jam'ul Masail , berisi Bab Tasawuf ( 1261 H ) ; Tahsin , berisi Bab Fidyah Salat Dan Puasa ( 1261 H ) ; Showalih , berisi Kerukunan Umat Beragama ( 1262 H ) ; Miqshadi , berisi Bab bacaan Al Fatihah ( 1262 H ); As'ad , berisi Bab Iman dan Ma'rifatulloh ( 1262 H ) ; Fauziah , berisi Bab Jumalah Maksiat ( 1262 H ) ; Hasaniah , berisi Bab Fardlu Mubadarah ( 1262 H ) ; Fadliyah , berisi Bab Dzikrulloh ( 1263 H ) ; Tabyanal Islah , berisi Bab Nikah Tholaq Rujuk ( 1264 H ); Abyanal Hawaij , berisi Bab 3 Ilmu Agama ( Ushul-Fiqih-Tasawuf ) ( 1265 H ) ; Takhirah Mukhtasar , berisi Bab Iman Islam ( 1266 H ) ; Ri'ayatal Himmah , berisi Bab 3 Ilmu Agama ( 1266 H ) ; Tasyrihatal Muhtaj , berisi Masalah Mu'amalah ( EKSOS ) ( 1266 H ) ; Kaifiyah , berisi Bab Tata Cara Salat ( 1266 H ) ; Misbahah , berisi Bab Dosa Meninggalkan Salat ( 1266 H ) ; Ma'uniyah , berisi Sebab Jadi kafir ( 1266 H ) ; 'Uluwiyah , berisi Bab Takabur karena Harta ( 1266 H ) ; Rujumiyah , berisi Bab Salat Jum'ah ( 1266 H ) ; Mufhamah , berisi Bab Mukmin dan Kafir ( 1266 H ; Basthiyah , berisi Bab Ilmu Syariat ( 1267 H ) ; Tahsinah , berisi Bab Ilmu Tajwid ( 1268 H ) ; Tadzkiyah , berisi Bab Menyembelih Binatang ( 1269 H ); Fatawiyah , berisi Bab Cara Berfatwa Agama ( 1269 H ) ; Samhiyah , berisi Bab Salat Jum'ah ( 1269 H ) ; Rukhsiyah , berisi Bab Salat Jama' - Qosor dan Salat Musafir ( 1269 H ) ; Maslahah , berisi Bab Pembagian Warisan Islami ( 1270 H ) ; Wadlihah , berisi Bab Manasikh Haji ( 1272 H ) ; Munawirul Himmah , berisi Bab Wasiat Kepada Manusia ( 1272 H ) ; Surat kepada R. Penghulu Pekalongan ( 1273 H ); Tansyirah , 10 Wasiyat Agama ( 1273 H ); Mahabbatulloh , berisi Bab Nikmatulloh ( 1273 H ) ; Mirghabut Tha'ah* , berisi Iman dan Syahadah ( 1273 H ) ; Hujahiyyah , berisi Bab Tata Cara Berdialog ( 1273 H ) ; Tashfiyah , Bab Makna Fatihah ( 1273 H ) ; 500 Tanbih Bahasa Jawa , ( 1273 H ) ; 700 Nadzam Do'a dan Jawabannya ( 1270 - 1273 H ) ; Puluhan Tanbih Rejeng , Masalah Agama ( 1273 H ) ; Shihatun Nikah , Mukhtashar Tabyanal Islah ( 1270-an H ); Nadzam Wiqoyah ( 1270 -an H ) Kitab - Kitab , Surat Wasiat dan Tanbih yang disusun di Ambon[sunting] Targhibul Mathlabah , Berisi Bab Ushuliddin ( 1274 H ) ; Kaifiyatul Miqshadi , Berisi Bab Fiqih ( 1275 H ) ; Nasihatul Haq , Bab Tasawuf ( 1275 H ) ; Hidayatul Himmah , Bab Tasawuf ( 1275 H ) ; 60 Buah kitab Tanbih bahasa Melayu ( 1275 H ); Surat wasiat kepada Maufuro dan Murid - Murid lainnya ! ( 1275 H ) ; Perlu diketahui bahwa kitab Tanbih terdiri dari tiga halaman folio sebanyak 114 baris nadzam dan di dalam setiap tanbih membahas satu masalah agama yang berbeda dengan nyang lain , berati dalam 500 tanbih terdapat 500 judul. Kalau tiap satu tanbih dapat dihitung sebuah kitab , maka kitab - kitab karangan syeikhina Kiai Haji Ahmad Rifai ada 562 Kitab yang dikarang di Pulau Jawa saja, kitab - kitab yang dikarang di Ambon yang terdiri dari 60 Tanbih dan 4 kitab bahasa melayu serta dua surat wasiat kepada Maufuro, jadi kalau ditotal semua karangan Guru Besar Tarjumah ada 627 buah kitab. Adapun data mengenai nama kitab, tahun selesai dikarang, dan kandungan bersumber pada : Jadwal Kitab yang disusun oleh Kiai Ahmad Nasihun bin Abu Hasan Paesan tengah Kedungwuni Pekalongan ( 1966 M ) ; Kitab - kitab karangan Kiai Haji Ahmad Rifai dipulau Jawa Buku Sejarah Nasional karangan Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo , Nugroho Notosusanto dkk. Masa Akhir Perjuangan Beliau Di Pulau Jawa Tahun 1272 H ( 1856 ) adalah merupakan tahun permulaan krisis bagi gerakan Syeikhina Kiai Haji Ahmad Rifai . Hal ini disebabkan hampir seluruh kitab karangan ( dan Hasil tulisan tangan beliau ) disita oleh pemerintah Belanda , disamping itu para murid dan Ahmad Rifai sendiri terus - menerus mendapat tekanan Ratu Kafir Tanah Jawa ( RKTJ Bukan GITJ ) yaitu Belanda . Sebelum Haji Ahmad Rifai diasingkan dari kaliwungu Kendal Semarang , tuduhan yang dikenakan hanyalah persoalan menghasut pemerintah Belanda dan membawa Haji Ahmad Rifai dipenjara beberapa hari di Kendal , Semarang dan terakhir di Wonosobo . Maka selama di Kalisalak persidangan panjang dialaminya , menghasut , mendoktrin jamaah membuat Syair - Syair protes dan beberapa Kitab yang isinya menyinggung Anti kolonial Belanda dan Kroni - kroninya serta mengkader pejuang pejuang militan di Pesantrennya adalah selalu menjadi tuduhannya. Tuduhan itu dari wedono Kalisalak yang meminta agar Haji Ahmad Rifai diasingkan dari Kalisalak ternyata tidak bisa dibuktikan sebagaimana dalam surat keputusan kelima dari Gubernur Jenderal Duymaer Van Twist yang dibuat pada tanggal 2 Juli 1855 menyatakan bahwa seluruh tuduhan terhadap Haji Ahmad Rifai belum bisa dibuktikan , dan perlu diperiksa dalam persidangan biasa . Untuk sementara waktu waktu perkara tersebut ditutup. Pada tahun 1856 Jendral Albertus Jacub Duymaer Van Twist oleh Jendral Charles Ferdinand Pahud, Wedono Kalisalak memandang perlu untuk mengangkat kembali permasalahan pengasingan Kiai Haji Ahmad Rifai , namun ternyata jendral Pahud pun menyatakan menolak sebagaimana yang ditulis dalam suratnya tertanggal 23 November 1858. Akan tetapi tekad dan dendam Iblis Wedono Kalisalak tidak berhenti sampai disini , Dia menulis surat kepada Bupati Batang tertanggal 19 April 1859 No.1 A yang isinya diteruskan ke Karisidenan Pekalongan oleh bupati Batang pada tanggal 24 April 1859 No.29 . Inti surat tersebut isinya adalah sebagaimana bunyi surat yang pernah dikirim sebelumnya tertanggal 9 November 1858 No.578 dan 5 November 1858 No.700, mengigat belum juga mendapat perhatian dari Residen Pekalongan, maka diperjelas lagi dengan suratnya tertanggal 29 April 1859. Selain itu pada tanggal 30 April 1859 Residen Pekalongan menulis surat kepada Buiten Zorg di Bogor yang isinya agar Kyai Haji Ahmad Rifai disidangkan ke pengadilan dan diasingkan dari Kalisalak. Pada tanggal 6 Mei 1859 secara resmi Haji Ahmad Rifai dipanggil Residen Pekalongan Franciscus Netscher untuk pemeriksaan terakhir dan syarat untuk memenuhi pengasingan ke Ambon. Sejak tanggal 6 Mei 1859 Haji Ahmad Rifai sudah tidak diperkenankan kembali ke rumah lagi untuk menunggu keberangkatan pengasingan hingga tanggal 9 Mei 1859, berdasarkan surat keputusan No.35 tertanggal 19 Mei 1859 K.H. Ahmad Rifai meninggalkan jamaah beserta para keluarganya karena mulai hari itu beliau diasingkan di Ambon,Maluku. Setelah dua tahun Haji Ahmad Rifai di Ambon beliau telah mengirim kitab sebanyak empat buah dalam bahasa Melayu dan 60 buah judul Tanbih berbahasa Melayu juga surat wasiat tertanggal 21 Dzulhijjah 1277 H kepada menantunya Kyai Maufura bin Nawawi di Keranggongan, Batang yang isinya agar para muridnya beserta keluarganya jangan sekali-kali taat pada pemerintah Belanda dan orang-orang yang berkolaborasi dengannya. Setelah di Ambon Haji Ahmad Rifai bersama Kyai Modjo dan 46 ulama lainnya dipindahkan ke kampung Jawa Tondano, Manado, Sulawesi Utara karena ia bersama ulama-ulama Tarojumah menganggap perlu lahirnya organisasi Rifaiyah secara nasional , dan dia tinggal disana untuk menanti panggilan dari sang Robb, Beliau wafat dengan tenang sebagai " Pahlawan Islam dan bukan Pahlawan Nasional" pada Kamis 25 Robiul Akhir 1286 H (usia 86 tahun) , ada riwayat lain yang mengatakan beliau wafat pada 1292 H (92 tahun, semoga yang ini benar, karena itu berarti beliau panjang umur) di kampung Jawa Tondono Kabupaten Minahasa, Manado Sulawesi Utara dan dimakamkan dikomplek makam pahlawan kiai Modjo disebuah bukit yang terletak kurang lebih 1 km dari kampung Jawa Tondano (Jaton).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ccc



Label: blogger